Gunung Prau, Sabana di tengahnya Jawa Tengah

427920_2922114972410_983609320_n

Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, mungkin sudah banyak yang medengarnya. Nah, ini ceritanya masih di sekitaran Dieng, tapi bukan komplek Candi Arjuna, Telaga Warna, Sekunir, atau jaket Rombengan di Pasar Bantur. Ini adalah tentang pegunungan sisi timur Dieng yang sering kita sebut dengan Gunung Prau. Gunung Prau memiliki ketinggian sekitar 2600 mdpl, ada banyak jalur untuk ke puncaknya. Salah satunya yang kita coba adalah Jalur Patak Banteng.

Tarif angkutan umum dari terminal Wonosobo

Jalur ini terletak di Desa Patak Banteng, desa sebelum masuk kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Dari sini kita langsung nanjak lurus ke arah timur. Sebenarnya dari jalan raya pun puncak Gunung Prau sudah kelihatan, jadi lurus saja ke puncak. Untuk sampai puncak kira dibutuhkan waktu sekitar 2.-3 jam dari jalan raya, tapi dengan tanjakan yang lumayan.

Sunrise di Gunung Prau

Sindoro & Sumbing dari puncak

Narsis dikit gak papa lah.. hehe..

Dengan salah satu personil JAT, ketuanya, Sinyo namanya, (yang tengah)

Dulu waktu pertama kali ke Gunung Prau, kita sempat terheran-heran dengan puncaknya. Pemandangan alam yang luar biasa. Di puncaknya merupakan Sabana (Padang Rumput) yang cukup luas dengan background gunung Sindoro dan Sumbing di sisi selatan, dan tampak panorama dataran tinggi Dieng yang kita lihat dari atas juga tampak samar gunung Slamet di sisi baratnya.

Datara tinggi Dieng dan Gunung Slamet dari kejauhan

Sabana yang banyak bunganya

Hal yang sangat menarik yang kita rasakan disini adalah waktu sunrise, cahaya mataharinya pada waktu itu bagus sekali, agak-agak magenta gimana gitu. Mantab lah pokoknya. Karena puncaknya sangat luas, Sehabis menikmati sunrise dan narsis-narsisan di sana, kita bisa menerusakan jalan-jalan atau sekedar keliling di Gunung Prau, dan dilanjutkan narsis-nasisan lagi. Haha! Setelah itu turun, dan jangan lupa mampir warung Mie Ongklok, karena Mie Ongklok itu makanan khas Wonosobo yang yummy banget, selain Sirup Carica. Ada lagi makan yang belum saya coba waktu ke Wonosobo, yaitu Marmut Goreng, unik sih. mungkin lain kali, kalo ke Wonosobo harus makan makanan ini.

Mie Ongklok + Bakso

Mie Ongklok + Bakso

Warung Mie Ongklok Pak Suko, disini ada Mie Ayam, Mie Ongklok juga  Bakso.

Warung Mie Ongklok Pak Suko, disini ada Mie Ayam, Mie Ongklok juga Bakso.

Untuk informasi mengenai, wisata di Dieng dan Sekitarnya, kita punya teman yang enak banget orang-orangnya. Namanya JAT (Jajar Adventure Team) mereka adalah komunitas penggiat alam bebas di daerah Kejajar, yaitu salah satu daerah yang kita lewati kalo kita mau ke Dieng. Basecampnya di depan Pasar Kejajar. Tepatnya di Warung Mie Ongklok Pak Suko. Nah, tepat banget kan..? bagi temen-temen yang belum pernah makan Mie Ongklok. :)

Okey, terimakasih sudah membaca.

About these ads

10 responses to “Gunung Prau, Sabana di tengahnya Jawa Tengah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s