Menikmati Gunung Merapi

537852_2887835355441_1355034500_n

Siapa sih yang tidak tahu dengan gunung yang paling hobi meletus selama 10 tahun terakhir ini, kalau tidak tahu ya cari aja di Google, hehe. Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2900an mpdl dan jalur pendakiannya tidak terlalu panjang, makanya itu kadang kalo main ke Solo di sempat-sempatin jalan-jalan ke sana. Dari Solo, jalur yang kita pakai adalah jalur Selo, Boyolali. Pendakian ke Merapi biasanya di lakukan pada malam hari, tapi kali ini beda. Waktu itu kita naik pas sore, masih ada sinar matahari, jadi sambil nanjak masih bisa lihat panorama yang bikin seger dimata.

Sebelum berangkat berdoa dulu

Istirahat dulu

Gunung Merbabu, dari Merapi

Namanya juga menikmati, jadi kita jalan banyak nyantainya. Karena berangkatnya lumayan sore jadi sebelum Watu Gajah, udah kemalaman, jadi kita camping di goa sebelum Watu Gajah. Suasana menjadi lebih menyenangkan, karena tempatnya asik dan bekal yang kita bawa lumayan bikin lidah bergoyang. Di situ kita pasang tenda, ngopi sambil menikmati panorama Kota Solo dimalam hari. Memang sih, naik gunung capek, jadi sayang kalo tidak bisa menikmati suasana senikmat mungkin. Tenda berdiri, dan waktunya masak-masak, makan-makan dan foto. Puas dengan hura-hura, waktunya menyimpan energi buat ke puncak besok pagi.

Kota Surakarta di malam hari

Sunrise, tampak Gunung Lawu

Saat sunrise kita semua sudah pada bangun, menyegarkan badan dengan segelas kopi, biarpun join-an yang penting menikmati. Badan udah segar kita melanjutkan pendakian ke puncak, dengan tenda dan perlengkapan kita tinggal ditenda, cuma barang-barang yang berharga saja yang kita bawa. Tapi jangan lakukan ini jika pendakian ke Merapi ramai , demi keamanan. Waktu itu soalnya sangat sepi pendaki jadi kita berani meninggalkan tenda.

Sarapan dan segera beraksi

Gunung Sindoro & Sumbing dari Merapi

Puncak Merapi dari kejauhan

 

Nanjak

 

Kaldera

 

Ups, ada yang wisuda

Jalur Lava ke arah selatan

Perjalanan dilanjutkan ke Pasar Bubrah, yaitu Camp terakhir atau tempat terakhir yang bisa didirikan tenda. Tempat tepat di bawah puncak merapi disisi utara puncaknya. Biasanya pendaki mendirikan camp di Pasar bubrah, dan paginya, sebelum sunrise pendaki menuju puncak Merapi, dan menikmati sunrise di Puncak. Melanjutkan perjalanan ke pucak, pasca letusan terakhir, jalur ke puncak berubah menjadi lebih lama. Perjalan yang dulu hanya 40 menit sekarang bisa 1 jam lebih. Hahh.. Akhirnya sampai di puncak juga, puncak merapo sekarang jauh berbeda, tidak ada Kawah Mati tidak ada Puncak Garuda, yang ada adalah kaledera besar bekas letusan, dan jalur lava yang luar biasa megahnya. Dan waktunya foto-foto lagi buat kenang-kenangan anak cucu, hehe. Setelah turun, puas rasanya mendaki gunung yang dengan menikmati setiap moment yang didapatkan selama pendakain. Apalagi kita abadikan dalam gambar yang bisa kita lihat di lain waktu juga bahan buat cerita keteman-teman yang lain, biar pada kepengen, haha.

Okey, terimakasih sudah membaca.

6 responses to “Menikmati Gunung Merapi

  1. sesok nek wes ‘rampung’ tenanan, jgn lupa foto di pucuk + toga + transkrip nilai ya…?? tak tunggu…!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s