Butuh Nyali, Jalur Pantai Sukamade Via PTPN XII

1001045_4960211603552_1732681524_n

Pantai Sukamade terletak di Merubetiri, adalah salah satu Taman Nasional di Jawa Timur, terletak di antara Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Nah, pada suatu ketika tiba-tiba ada teman suruh nganter Merubetiri tepatnya ke pantai-pantainya yang terkenal indah, dan juga salah satu konservasi penyu terbesar di Pulau Jawa. Berhubung saya juga penasaran dengan panorama di sana, langsung saya Googling, cari tahu informasi disana, dan yang paling penting, bikin rute di Google Map dari Malang menuju pantai Sukamade, yaitu pantai di daerah merubetiri yang terkenal dengan konservasi penyu tadi. Selesai, besok paginya langsung berangkat, berdua naik motor matic 110cc dengan merek Honda Beat.

Dengan tidak ada pengalaman melewati jalan-jalan di daerah sana, dan cuma mengandalkan Google Map, kita buat rute sependek mungkin, dengan me-drag and drop trek seminimal mungkin. Siap, akhirnya jalur yang dipakai adalah, Malang, Probolinggo, Lumajang, Jember, Glenmore, Pantai Sukamade. Fix, kita langsung berangkat bermodal GPS dari Hape Samsung Galaxy Y.

Perjalanan dari Malang dimulai pagi. Dari situ kita mengikuti jalur bus menuju Banyuwangi via Jember. Perjalanan Malang – Jember kita tempuh dengan 4 Jam, setelah makan siang kita lanjutkan lagi menuju Glenmore, kira 1 jam dari Jember. Sampai di Glenmore, trek di Google Map menunjukkan ke arah selatan, selesai sudah mengikuti jalur bus, kita belok ke kanan, ternyata kita masuk di jalur perkebunan, PTPN XII.

Pertigaan Glenmore, yang ke kanan ini menuju PTPN XII

Pertigaan Glenmore, yang ke kanan ini menuju PTPN XII

Ternyata wow banget, begitu masuk dari pertigaan di Glenmore tadi, jalan aspal yang mulus berganti jalan tanah berpasir yang sangat lebar. Jalan ini kita turut saja sampai tidak terasa kita sampai di Perkebunan Treblasala, yaitu sekitar 16 Km dari pertigaan tadi. Disini kita sempat kebingunan melanjutkan perjalanan, karena disini merupakan kampung di tengah-tengah perkebunan dan begitu banyak percabangan. Akhirnya kita tanya ke penduduk setempat, kita di arahkan menuju Pal I

Jalur menuju Treblasala Estate

Kebun Coklat

Gema Wisata Treblasala, Permukiman di tengah-tengah perkebunan Treblasala

Cukup dekat, tidak ada setengah jam kita sampai di Pal I. Ternyata Pal I adalah pertigaan, yang kekanan menuju Kampung Sumber Ayu dan yang kekiri adalah jalur ke Desa Sarongan, dimana pintu gerbang TN Merubetiri berada. Di Pal I ini merupakan puncak bukit dengan fasilitas gardu pandang untuk melihat perkebunan PTPN XII dari ketinggian. Terbayar sudah rasa lelah dan capek selama melibas jalur aspal yang rusak dengan suguhan pemandangan alam yang indah. Disini kita juga bisa melihat Gunung Raung dan Ijen. Oke, selesai istirahat dan foto-foto, kita lanjutkan perjalanan. Dari pertigaan Pal I kita belok kiri. Dan setelah melihat bentuk jalannya, barulah kita sadar inilah Offroad yang sebenarnya. Mulai masuk dari pertigaan jalurnya adalah bekas jalan aspal yang sudah tidak terawat dan bekas longsor dimana-mana dan cuma menyisakan lebar aspal rusak yang hanya cukup dilewati 1 sepeda motor saja.

Menuju Pal I Treblasala

Pal I Treblasala, Kita ambil kiri

Pemandangan dari Pal I Treblasala

Mantab. Motor Matic masuk hutan belantara dengan sambutan lutung-lutung yang bergelayutan. Dalam hati sebenarnya bertanya-tanya, “apa ini bener jalannya..?”, tapi dengan semangat pantang menyerah kita lanjutkan perjalanan sambil menikmati lebatnya hutan belantara dan indahnya aliran-aliran sungai yang sering kita lalui sepanjang perjalanan. Di jalur Pal I sampai Sarongan ini, selain sempit jalurnya juga licin, dan kadang-kadang kita temukan pohon-pohon tumbang. Jadi sebaiknya berhati-hati dan sangat penting siapkan peralatan surivival dan peralatan bengkel, karena jalur yang di lewati ini benar-benar di hutan belantara, sangat jarang sekali orang lewat jalur ini.

Masuk jalur menuju Desa Sarongan

Jalur yang mantab

Banyak aliran sungai

Pohon tumbang lagi

Batas Desa Sarongan

3 Km sebelum Desa Sarongan

Setelah hampir satu jam, perjalanan akhirnya kita menemukan tulisan “Welcome to Sarongan”, wah lega sekali rasanya. Di dekat plakat tulisan tadi kita juga melewati Air Terjun Alas Wangi, sayangnya kita tidak sempat mampir, jadi lurus saya menuju Desa Sarongan. Sampai di Sarongan kira-kira jam 6.30 sore. Disini sebenarnya terdapat pantai wisata juga, yaitu Rantai Rajek Wesi, tapi tujuan utama kita adalah Pantai Sukamade. Jadi, perjalanan belum berakhir, selanjutnya kita lanjutkan menuju Pantai Sukamade dengan medan yang sama beratnya dengan yang sebelumnya.

Kesimpulannya, jadi jalur PTPN XII adalah jalur yang mantab, jalur yang anti mainstream, jalurnya gak melulu aspal tapi lebih dari itu, sembari berwisata bonusnya offroad dan wisata hutan pakai sepeda motor. Ada yang mau coba?

9 responses to “Butuh Nyali, Jalur Pantai Sukamade Via PTPN XII

  1. Pingback: Pantai Sukamade, Sarang penyu di Taman Nasional Merubetiri | ankarana renva·

  2. liburan juli 2013 lalu kami berlibur ke sukamade dgn 3 keluarga mengendarai 3 kendaraan keluarga

    Jalurnya memang aduhaiiiii

  3. mantaap gan…..

    palagi lwat jalur glenmorex….

    salut….. moga pariwisata bwi bisa go nasional n internasional.

  4. Salam..
    tanya nih. Saya dari Surabaya rencana mau mengunjungi Pantai Bandealit dan Pantai Sukamade di TN. Meru Betiri sekaligus, Ulasan yang saya baca sejauh ini mengindikasikan 2 tempat tersebut terletak agak berjauhan. Ada beberapa pertanyaan di bawah ini, mohon bantuannya.

    1. Dari pintu mana sebaiknya saya masuk agar 2 pantai tersebut bs dikunjungi sekaligus ? Apakah dari Jember atau Banyuwangi, atau ada pintu lain. Mohon info rute yg paling efektik.
    2. Spot apa saja yang bisa dikunjungi dalam rute tersebut?
    3. Adakah kontak pemilik kendaraan 4WD yg bisa sy sewa jasanya?

    Terimakasih

    • Terimakasih sudah mampir..
      Untuk ke dua pantai tersebut letaknya berbeda, dan dari bandealit ke sukamade tidak bisa di tembus dengan kendaraan bermotor, kecuali puter balik lewat Jember – Banyuwangi. Jadi kalau mau berkunjung harus satu-satu mas, kecuali mau trekking jalan kaki dari bandealit sampai sukamade.

      untuk spot, saya belum pernah ke bandealit, kalo sukamade, seperti cerita di blog saya🙂

      wah kontaknya saya lupa mas, coba saya cari di buku saya dulu, tinggalin email.. ntar saya kontak..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s