Hutan yang rapi di TN Alas Purwo

_DSC0789-15
Masih eksplorasi alam di Banyuwangi. Akhirnya rasa penasaran saya sama Taman Nasional paling ujung timur di pulau jawa terjawab. Nama Alas Purwo bermakana Hutan Pertama, sebagian masyarakat percaya bahwa disana adalah hutan pertama di Pulau Jawa. Yang paling seru di sini adalah, saat kita mau masuk gerbang taman nasional, kita benar-benar berjalan di dalam hutan lebat 1 jam dari perkampungan terakhir menggunakan sepeda motor. Setiba di gerbang, kita akan regrestrasi masuk kedalam kawasan taman nasional. Disini saya sempat kaget, dengan biaya regrestasinya, murah banget. 1 orang cuma bayar 2.500 rupiah, dan diskon 50% untuk pelajar. Mantab, hebat bener ini taman nasional, hehe. Satu kali regrestrasi kita bisa menikmati semua objek yang ada di taman nasional, hebat banget dah.

Gerbang pintu masuk TN Alas Purwo

Setelah urusan bayar membayar selesai, saya lanjutkan berjalan menuju objek wisata di dalam taman nasional. Disini saya sungguh terheran-heran dengan pengelolaan taman nasional ini. Pertama, pos regrestrasi sangat bagus dan terawat, padahal pengunjung cuma bayar sebegitu murahnya. Kedua, penujuk arah ke objek-objek wisata sangat jelas dan bagus, Jadi kita gak perlu tanya-tanya ke orang jika mau ke salah satu objek wisata. Ketiga, di semua jalan menuju obejek wisata, sangat jarang sekali di temukan sampah. ini yang bener-bener hebat. meskipun jalannya bukan jalan aspal yang mulus tapi, tidak adanya sampah dan kanopi alami dari pohon-pohon besar di sepanjang jalan sangat indah dan sedap dipandang.

Pemandu arah yang jelas

Pada saat saya mengunjungi TN Alas Purwo, objek wisata pertama yang di kunjungi adalah Sadengan, yaitu padang rumput luas penggembalaan banteng jawa. Disini disediakan fasilitas seperti papan informasi, cottage, dan gardu pandang, semuanya terpelihara dengan baik, rapi dan bebas sampah. Yang menarik disini adalah pengunjung tidak bisa masuk di padang rumput, karena dibatasi dengan pagar. Jadi fauna di padang penggembalaan tidak merasa terganggu saat banyak pengunjung mengaati fauna disana.

Sadengan, dengan menara pantau.

Ladang penggembalaan

Objek selanjutnya, Pantai Pancur. Letaknya tidak jauh dari Sadengan dan melewati Pantai Trianggulasi, Pantai Pancur adalah pintu gerbang menuju salah satu pantai dambaan para peselancar, yaitu Pantai Plengkung. Pantai ini memiliki panorama alam yang sangat indah, jika cuaca cerah, dari pinggir pantai kita bisa melihat gunung raung nampak utara. Disini disedikan fasilitas yang kompilt bagi wisatawan, seperti cottage, mushola, aula, parkiran yang luas, kantin, juga camping ground. Pengunjung disini tidak hanya penggemar wisata alam, tetapi juga wisata spiritual. Biasanya mereka bersemedi di goa-goa di dekat Pantai Pancur ini.  Pantai Pancur sendiri memiliki arti Pantai yang mempunyai Pancuran air. Air disini bersumber dari salah satu goa yang sering digunakan untuk kegitan spiritual, yaitu Goa Istana.

Kali Pancur

Pancuran

Pancuran Bawah

Pantai Pancur

Pantai Pancur after sunset

Di dalam situs Kawitan

Pura Giri Salaka

TN Alas Purwo memang banyak memiliki objek wisata spiritual, selain Pantai Pancur tadi, di gekat gerbang utama taman nasional ini, kita juga akan melihat Pura Hindu yang besar dan ada lagi Situs Pura Kawitan. Yang konon sejarahnya adalah asal muasal Alas Purwo. Demikianlah TN Alas Purwo dengan beragam entitasnya yang dikemas dengan rapi dan selalu lestari.  Semoga taman nasional lain bisa menirunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s