Wong Boro di G-Land

Siapa yang belum pernah dengar G-Land? Tentu saja bagi penggemar olah raga surfing di seluruh dunia pun pasti tahu Apa itu G-Land. G-Land adalah nama lain dari Pantai Plengkung, yaitu pantai di ujung selatan TN Alas Purwo. Pantai ini memiliki ombak yang paling di cari bagi para peselancar di seluruh dunia. Memiliki reputasi ombak tertinggi dunia ke-2 setelah Hawai. Dan itu berada di Indonesia, Keren kan..?
Untuk menuju ke pantai ini, kita harus regrestasi dulu di Resort Rowobendo, yaitu berada di dekat gerbang masuk taman nasional. Setelah itu perjalanan kita lanjutkan menuju Pantai Pancur. Disini adalah pintu masuk menuju Pantai Plengkung sekaligus pemberhentian terakhir segala kendaraan bermotor, jadi jika mau menuju ke Pantai Plengkung kita diwajibakan menggunakan angkutan yang disedikan oleh TN Alas Purwo. Sayangnya, menurut saya angkutan ini kurang cocok bagi wisatawan berkantong kering. Lumayan menguras, biaya yang di keluarkan adalah 200 ribu antar jemput per mobil. Atau jika pengen gratis silahkan jalan kaki saja sekitar 8km. Tapi jika beruntung kita bisa nebeng mobil perusahaan hotel-hotel di Pantai Plengkung, biasanya sih gratis. Asik kan? hehe.
Selamat datang di Pantai Plengkung

Selamat datang di Pantai Plengkung

Setiba di sana, suasana semua berubah. Hampir semua wisatawan disana adalah bule. dan bagi kita-kita yang awam dengan dunia surfing pasti cuma bisa bengong. Seperti saya, haha. Di sana banyak sekali hotel kelas menengah keatas, jelas-jelas pasti harganya selangit. Setelah mengamati lingkungan di sekitar pantai saya mencoba mencari apa yang menarik dari pantai ini. Pandangan pertama, untuk panorama di sini tergolong biasa saja. Kalo dibanding kawasan Pantai Klayar di Pacitan masih berani pegang Pantai Klayar. Pantai Plengkung memang terkenal dengan ombaknya. Tapi untuk melihat orang surfing kita mungkin harus bawa tropong, soalnya lokasi surfingnya sangat jauh. Peselancar harus mencapai 1 km an dari bibir pantai untuk mendapatkan ombak. Nah, repot juga kan kalo liatnya cuma dengan mata telanjang.
View nya cukup mantap kan? :D

View nya cukup mantap kan?😀

Ombak di G-Land

Ombak di G-Land

Setelah beberapa lama ngubek-ubek pantai ini ternyata saya menemukan yang unik dan lain dari pada yang lain. Pandangan tertuju kepada gubuk-gubuk berbentuk setangah tabung, yang terbuat dari terpal. Ternyata gubuk tersebut dihuni oleh orang yang saat saya tanyai, mereka menamai dirinya Wong Boro atau Wong Darung. Mereka mencari hasil laut di sekitar pantai plengkung hanya mengandalkan jaring dan kapal kecil. Untuk menafkahi keluarganya di rumah, orang-orang ini membangun gubuk tempat singgah selama mencari hasil laut, dan setelah uang nya dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan, mereka pulang kerumahnya masing-masing. Hal itu akan selalu berulang demi berlanjutnya kehidupan mereka.
Gubuk Wong Boro

Gubuk Wong Boro

Berada di bawah hutan bambu

Berada di bawah hutan bambu

Istana kecil yang asri

Istana kecil yang asri

Dari perbincangan yang cukup lama dengan mereka, mereka sangat sederhana dan ramah sekali. Ramah terhadap pendatang juga ramah terhadap lingkungan, hehe. Kabar yang paling menarik, katanya Bu Siska, salah satu Wong Boro yang tinggal disana, pada bulan 9 – 10 biasanya musim lobster, lobster disana berserakan di tepian pantai plengkung di bagian timur, jadi kita bisa cari lobster bersama, wow.. undangan yang menarik sekali bu.. Satu lagi yang mnarik, biasanya pada saat bulan purnama di bulan itu, di area hotel-hotel biasanya juga di selenggarakan acara Tari-tarian Gandrungan, yaitu tari asli Banyuwangi. Wah, meriah sekali kelihatanya.
Suasana kampung nelayan mini

Suasana kampung nelayan mini

Mereka ramah, dan ngobrol pun jadi asik

Mereka ramah, dan ngobrol pun jadi asik

Daya tarik G-Land memang terletak dari Spot Surfingnya dan Hotel-hotel nya mewah yang berkonsep alami, tapi bagi sudut pandang saya yang kurang bisa menikmati olah raga surfing, justru komunitas Wong Boro ini yang lebih menarik. Keramahan mereka, semangat hidup mereka sangat menginspirasi. Mereka memanfaatkan hasil alam dengan bijak. Mereka memberi tempat bagi wisatawan yang tidak hanya bertujuan untuk olahraga surfing. Semoga keberadaan mereka bisa lebih di perhatikan oleh TN Alas Purwo atau mungkin Pemkab Banyuwangi.

2 responses to “Wong Boro di G-Land

  1. Pingback: 10 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi - Travelmate Kamu!·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s