Jawa itu luas dan beragam, tak hanya “Piye kabare mas?” tapi juga ada “Njare kabar e kang?” atau “Kelendi kabare kang?”

Akhirnya ada kesempatan juga buat nulis, setelah sekian lama lupa bagaimana cara mencet ini saya punya keyboard, hehe.

Topik kali ini mengulas tentang suku mayoritas, atau suku terbesar di indonesia, tapi tidak banyak orang mengenal dekat dan asal deskripsi saja, termasuk media entertainmen yang nge-publish semaunya. Itu adalah “Jawa” atau kalo orang luar negeri bilang “Java”, ya.. Itulah suku terbesar di Indonesia yang berdiam di Pulau Jawa, merambah pulau-pulau lain di Indonesia dan banyak juga berada di beberapa negara manca.

Orang Jawa memang sudah terkenal hingga pelosok nusantara, di awali dengan kedigdayaan Kerajan-kerajaan dahulu yang menjadi penguasa nusantara seperti  Mataram Hindu, Kadiri, Singosari, Majapahit, Mataram Islam. Tapi yang sangat disayangkan dan itu juga di boost oleh media masa yang berkedudukan di Ibu Kota yang disana kemungkinan juga tidak tau tentang jawa, disana orang jawa di generalisir jadi orang jawa mataram saja, atau orang jawa yang menghuni area Solo, Jogja dan sekitarnya. Mengharukan, padahal jawa lebih luas daripada itu. Lebih mengharukan lagi, orang lain yang menonton sebuah media tadi akan menganggap semua orang jawa berbahasa dan berbudaya tidak jauh dari budaya Solo, Jogja dan sekitarnya tadi.

Tari Gandrung dari Banyuwangi (source:timoroman.com)

Tari Gandrung dari Banyuwangi (source:timoroman.com)

Sedikit pengetahuan sederhana tentang Suku Jawa, Suku jawa berasal dari Pulau jawa yang merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia. Tapi di pulau ini meraka hidup berdampingan dengan dengan suku yang lebih sedikit jumlahnya yaitu suku Sunda. Nah kembali di ke suku Jawa, dengan proses sejarah yang sangat rumit dan panjang, akhirnya sebagian besar pulau jawa dikuasai kerajaan besar terakhir yaitu Kerajaan Mataram yang kini sudah terpecah lagi menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesunan Surakarta, itupun beberapa bagian daerah kekuasaannya juga di kuasaa oleh penjajah pada waktu itu, yaitu VOC.

Nah, Karena penguasa pulau jawa berada di daerah Mataram (sekarang: Solo-Jogja) maka hingga saat ini kebudayaan di sekitar kerajaan lah yang berkembang. Padahal sebelum ada superioritas penguasa jawa dari mataram, warisan budaya dari kerajaan sebelumnya masih melekat pada daerah-daerah tertentu yang sulit dimasuki oleh budaya mataram.

Maka dari itu, sampai sekarang pun bahasa jawa sebenarnya tidak bisa di generalisir menjadi bahasa Jawa Mataraman yang seperti media masa beritakan. Di pulau jawa ada macam-macam budaya dan bahasa sesuai dari latar belakangnya. Dan budaya dan bahasa Mataraman sebenarnya hanya berlaku di daerah-daerah takhlukan Kerajaan Mataram pada saat itu yatiu di hampir seluruh provinsi Jawa tengah dan beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Tari Topeng Malangan dari Malang (source:www.malangvacation.com)

Tari Topeng Malangan dari Malang (source:www.malangvacation.com)

Di provinsi jawa timur mun pada saat itu banyak yang menolak dengan superioritas pengusa jawa tersebut, makanya di jawa timur mempunyai keragaman budaya dan bahasa jauh lebih banyak dari pada jawa tengah. Disini saja mempunyai sub bahasa dan budaya yang berbeda, seperti Suroboyoan, Malangan, Padalungan (pencampuran antara jawa dan madura), Belambangan (penduduk jawa dari kerajaan belambangan, yang dulu katanya salah satu negara bagian dari Majapahit sebelum runtuh, yang sekarang di sebut suku osing yang menetap di Banyuwangi), Tengger (penduduk jawa masa kerajaan hindu buda yang masih eksis dan menetap pegunungan tengger atau terkenal dengan gunung bromo), dan Mataraman (yaitu daerah yang  termasuki budaya budaya mataraman seperti Pacitan, Tuban hingga Kediri). Selain di jawa timur pun sebenrarnya di jawa tengah juga ada budaya dan bahasa yang berbeda seperti jawa banyumasan yang beda dengan Jawa Mataraman.

Nah dengan pengetahuan singkat yang ala kadarnya ini semoga kita lebih bisa mengenal tentang ragam budaya indonesia. Yang di Suku Jawa aja banyak memiliki varian yang berbeda-beda. Dan karena sekarang bukan negara kerajaan seperti kerajaan mataram seperti dulu kala, mari kita junjung budaya jawa kita yang luhur sesuai dengan latar belakang kita masing, menjadi Jawa yang beragam, penuh warna, kaya budaya dan menjadi tonggak budaya nusantara untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4 responses to “Jawa itu luas dan beragam, tak hanya “Piye kabare mas?” tapi juga ada “Njare kabar e kang?” atau “Kelendi kabare kang?”

  1. Koreksi sedikit. Bahasa Jawa itu salah satu dari sedikit bahasa daerah di Indo, dengan bahasa baku. Bahasa Baku bahasa Jawa adalah dialek Mataraman, khususnya Solo, krna d anggap paling murni tdk sprti dialek Banyumas- Kedu yg d pengaruhi Sunda, dialek Arekan yg d pngaruhi Madura dan Osing yg dpsangruhi Bali. Bahasa Baku itu penting u menyatukan dialek Jawa yg sangat beragam.

    Mengenai Jateng, ada juga dialek Kedu, dan Muria. Khusus Muria, mencakup bojonegoro dan Tuban, dan bkan Mataraman ya..

    Saya sendiri dr Sidoarjo, yg dialeknya Arekan (Surabaya-Malang area),,🙂

    • Makasih koreksinya mas, makasih juga sudah mampir, hehe. Pertama salam kenal. Saya tertarik banget sama koreksine sampean. Yang saya pengen tanya, dari mana asal usulnya ada bahasa baku? trus bagaimana sampean berargumen kalau osing itu dipengaruhi bali, dan arek an dipengaruhi madura?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s